< Kembali
  • Siaran Pers
  • 30 July 2026
  • 733

6M-2026 Hasil Kinerja Finansial

PT Barito Renewables Energy Tbk (IDX: BREN) Umumkan Kinerja Konsolidasian Tidak Diaudit Untuk Paruh Pertama 2026

Key Highlights:
• Pendapatan Konsolidasian 6M 2026 sebesar US$334 juta
• EBITDA Konsolidasian 6M 2026 sebesar US$293 juta
• Laba Bersih Konsolidasian 6M 2026 sebesar US$106 juta

Jakarta, 30 Juli 2026
– PT Barito Renewables Energy Tbk ("Barito Renewables", "BREN", atau "Perseroan") hari ini mengumumkan kinerja keuangan konsolidasian untuk periode enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2026. Perseroan kembali membukukan kinerja yang kuat pada semester pertama tahun 2026, didukung oleh operasional panas bumi yang stabil, pembangkitan listrik dari segmen angin yang tetap kuat, serta keberhasilan Perseroan dalam menjalankan strategi pertumbuhannya.

Hendra Soetjipto Tan, CEO Barito Renewables, menyampaikan:
“Kami dengan bangga kembali membukukan kinerja yang kuat pada semester pertama tahun 2026. Portofolio panas bumi kami terus menghasilkan pembangkitan listrik yang stabil dan andal, sementara segmen angin mempertahankan kinerja pembangkitan yang kuat sepanjang periode. Keberhasilan penyelesaian proyek retrofit Wayang Windu pada awal tahun ini semakin meningkatkan kinerja operasional portofolio panas bumi kami. Hasil tersebut mencerminkan ketangguhan portofolio operasional kami serta konsistensi dalam mengeksekusi strategi pertumbuhan Perseroan, yang mendorong pertumbuhan dua digit pada pendapatan dan EBITDA, sekaligus menghasilkan peningkatan profitabilitas yang signifikan. Ke depan, kami akan tetap berfokus pada penyelesaian proyek-proyek ekspansi yang telah direncanakan serta semakin memperkuat posisi Perseroan sebagai salah satu perusahaan energi terbarukan terdepan di Indonesia.”

Untuk periode enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2026, Perseroan membukukan pendapatan konsolidasian sebesar US$334 juta, meningkat 11,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, didorong oleh peningkatan penjualan listrik dari portofolio panas bumi maupun angin. EBITDA meningkat 13,1% menjadi US$293 juta, dengan marjin EBITDA meningkat menjadi 87,6% dari 86,3% pada periode yang sama tahun lalu, mencerminkan kinerja operasional yang kuat serta efisiensi yang berkelanjutan di seluruh lini usaha Perseroan. Laba bersih setelah pajak meningkat 29,0% menjadi US$106 juta, didukung oleh peningkatan laba operasional serta penurunan beban keuangan. Perseroan juga terus memperkuat posisi keuangannya, dengan rasio utang bersih terhadap ekuitas (Net Debt-to-Equity) membaik menjadi 1,73x dibandingkan 1,87x pada akhir tahun 2025.

Secara operasional, Perseroan terus mempertahankan kinerja yang stabil di seluruh portofolio panas buminya. Setelah berhasil menyelesaikan proyek retrofit Wayang Windu pada kuartal pertama tahun 2026, total kapasitas terpasang panas bumi Perseroan meningkat menjadi 926 MW, sehingga semakin meningkatkan kinerja dan efisiensi aset panas bumi Perseroan. Perseroan juga terus melanjutkan pengembangan proyek-proyek ekspansi utamanya, termasuk Salak Unit 7, Wayang Windu Unit 3, serta retrofit Darajat Unit 3, yang seluruhnya berjalan sesuai rencana dan diharapkan dapat meningkatkan total kapasitas terpasang panas bumi Perseroan menjadi lebih dari 1 GW pada akhir tahun 2026.

Keunggulan operasional Perseroan yang berkelanjutan serta eksekusi yang disiplin atas proyek-proyek ekspansi brownfield semakin memperkuat komitmen BREN dalam menyediakan energi terbarukan yang andal sekaligus menciptakan nilai jangka panjang yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan. Dengan tetap menerapkan strategi pertumbuhan yang seimbang serta disiplin dalam pengelolaan keuangan, Perseroan berada pada posisi yang kuat untuk mendukung transisi energi Indonesia sekaligus memanfaatkan berbagai peluang pertumbuhan di masa mendatang.


FINANCIAL PERFORMANCE ANALYSIS

Pendapatan Konsolidasian sebesar US$334 juta:
Pendapatan konsolidasian pada semester pertama tahun 2026 mencapai US$334 juta, meningkat 11,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$300 juta. Peningkatan tersebut terutama didorong oleh kenaikan penjualan listrik dari portofolio panas bumi dan angin, yang mencerminkan operasional panas bumi yang stabil serta pembangkitan listrik dari segmen angin yang tetap kuat selama periode tersebut.

EBITDA Konsolidasian sebesar US$293 juta:
EBITDA meningkat 13,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya menjadi US$293 juta, melampaui pertumbuhan pendapatan dan mencerminkan kinerja operasional Perseroan yang kuat serta efisiensi yang berkelanjutan di seluruh operasionalnya. Sejalan dengan hal tersebut, marjin EBITDA meningkat menjadi 87,6%, dibandingkan 86,3% pada semester pertama tahun 2025.

Laba Bersih sebesar US$106 juta:
Laba bersih setelah pajak meningkat 29,0% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya menjadi US$106 juta, didorong oleh peningkatan laba operasional serta didukung oleh penurunan beban keuangan sebagai hasil dari inisiatif optimalisasi struktur permodalan Perseroan yang terus dilakukan.

Total Assets dan Total Liabilities:
Per 30 Juni 2026, Perseroan terus memperkuat struktur permodalannya seiring dengan pelaksanaan berbagai inisiatif pertumbuhan, yang tercermin dari membaiknya rasio utang terhadap ekuitas (Debt-to-Equity Ratio) menjadi 2,25x dibandingkan 2,36x pada akhir tahun 2025. Perbaikan tersebut semakin memperkuat fleksibilitas keuangan Perseroan dalam mendukung pelaksanaan proyek-proyek ekspansi yang sedang berjalan.

---- END ----

Tentang Barito Renewables
Barito Renewables (IDX: BREN) adalah perusahaan energi terbarukan terkemuka di Indonesia dan unit energi terbarukan dari Barito Pacific Group, yang berkomitmen menyediakan solusi energi bersih dan berkelanjutan. Dengan fokus kuat pada tanggung jawab lingkungan serta keterlibatan masyarakat di wilayah operasionalnya, BREN memainkan peran penting dalam transisi Indonesia menuju lanskap energi yang lebih hijau dan berkelanjutan. Anak usaha BREN, Star Energy Geothermal, saat ini mengoperasikan pembangkit listrik panas bumi dengan total kapasitas terpasang sebesar 926 MW. Melalui Barito Wind, Perseroan juga memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sidrap di Sulawesi Selatan dengan kapasitas terpasang 79 MW.

Kunjungi situs resmi perusahaan di: https://baritorenewables.co.id 
Untuk pertanyaan media, silakan hubungi: externalcommunications@barito.co.id